Detail Cantuman Kembali

XML

sifat mekanik dan struktur makro baja A36 pada pengelasan butt joint posisi 3G vertical up, vertical down dan vertical combination


Pengelasan butt joint posisi 3G vertikal merupakan proses krusial dalam pengerjaan bangunan kapal. Pengelasan vertical (3G) dapat dilakukan dengan dua metode yaitu vertical up dan vertical down. Dalam melakukan proses pengelasan, terdapat acuan Welding Procedure Specification (WPS) berisi spesifikasi parameter proses pengelasan, namun pada pengelasan vertical (3G) tidak disebutkan secara spesifik apakah yang dimaksud adalah vertical up atau vertical down. Ketidaktegasan ini berpotensi menimbulkan persepsi yang berbeda di lapangan. Masalah berikutnya terletak pada sambungan las vertikal (3G), di mana terdapat hipotesa yang cenderung underated terhadap metode vertical down. Akibatnya, dalam praktiknya, posisi 3G umumnya hanya dilakukan dengan metode vertical up saja. Namun, hingga saat ini belum terdapat data yang jelas mengenai kekuatan hasil sambungan las dengan metode vertical down. oleh karena itu, perlu diketahui dan dibuktikan kualitas kekuatan serta struktur sambungan las tersebut. Pengujian dilakukan dengan tiga metode pengujian yaitu uji tarik, uji tekuk, dan uji makro, menghasilkan fakta bahwa metode vertical up adalah metode pengelasan paling optimal untuk sambungan butt joint posisi 3G pada baja A36. Metode ini menghasilkan kekuatan tarik tertinggi (543,4 MPa), dan tarik terendah 482,2 MPa. Kemudian pada uji bending dihasilkan accepted pada vertical up saja, sedangkan vertical down dan combination terjadi retakan s.d patah. Vertical up juga menghasilkan struktur makro yang rapi dengan HAZ terkecil (1,78 mm). Hasil dari vertical down dan vertical combination masih layak dipertimbangkan, namun tidak sebaik vertical up dari sisi kekuatan maupun kelulusan uji bending. Data ini membuktikan bahwa vertical up menghasilkan sambungan paling kuat, ulet, dan stabil. Sebaliknya, metode vertical down dan kombinasi cenderung kurang konsisten dan rentan terhadap kegagalan mekanik. Data ini menjadi dasar penting sebagai masukan dan pertimbangan untuk penyebutan “3G up” pada penyusunan WPS yang lebih spesifik.
621.25.24 Uzl s
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
x, 70 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...